Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label kaskus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kaskus. Tampilkan semua postingan

Budaya Barat Apakah "Merusak"? dialektika dan analisa

mencoba jalan - jalan ke KASKUS Debate Club melihat pemandangan flaming (menyerang) teman - teman debaters semakin merasakan keindahan perbedaan. nah, pada saat itu aku melihat sebuah thread menarik untuk dikupas pembahasannya disini apalagi klo bukan thread yang berjudul: budaya barat MERUSAK? (link). asik sekali pembahasannya, kenapa? karena TS memberikan statement pembuka yang mungkin agak berbobot dan condong keilmuan.

dari thread itu juga statement yang diberikan bahwa pelajaran diindonesia menanamkan hal - hal buruk tentang budaya barat padahal disisi lain budaya barat memiliki jutaan bahkan triliunan hal - hal yang positif untuk dicontoh. karena itu juga si TS menyuarakan materi yang didebatkan adalah "terus sekarang apa yang mau didebatin?? ini aja, rusaknya moral bangsa indonesia apakah karena kelabilan BANGSA sendiri atau apakah karena BUDAYA BARAT??" sehingga secara subtansi pembahasan kali ini adalah apakah kerusakan moral bangsa akibat dari budaya barat?.
so... untuk mempersingkat waktu saya akan melakukan analisa dengan pendekatan deduktif dan abstraktif.

posisi dalam peran

hidupku bertahun - tahun tetap berada di garis bawah. entah apa yang terjadi. namun ini gila, disamping usahaku menurutku keras tapi hasilnya tidak dapat diketahui sebenarnya. ternyata mereka memberiku posisi yang tak ku duga, dibawah mistar? perlu apa lagi untuk menjadi orang pintar?. apakah aku benar bodoh atau tidak mereka memberikau itu saja. sungguh bodohnya aku atau apa aku masih mempunyai kekurangan yang belum ku analisa dari kerjaku ini.

karena itu aku selalu mencoba menganalisa hidupku ini kennapa aku selalu mendapat hasil yang kurang kuinginkan dalam organisasi ini. emang inilah yang harus ku pecahkan dalam hidupkku ini.


**to be continue*

saran template blog hatsune miku

awal kali saya membuat blog ini, yang saya bingungkan adalah dimana tempat untuk template yang bagus dan baik? dua bulan menelusuri google dan akhirnya menemukan template yang menurut saya bagus sesuai dengan kriteria saya butuhkan untuk blog jenis ini. kebetulan cari - cari keyword anime dan nemu di blog mas jo hasil editan maupun buatan templatenya bagus - bagus menurut saya. saya rasa mas JO mampu membuat atau memberikan pernyataan bahwa ngeblog itu indah dengan templatenya kini.

enak gak enak, saya akan mencoba menjadi blogger yang baik dan selalu mengikuti aturan serta perkembangan jaman tanpa merubah idelisme saya :D. saat ini saya masih blogger pemula dan mencoba uptodate serta mencari relasi dengan blogger lainnya.

oke kali ini saya review template hatsune miku karya mas JO yang saat ini (pada waktu post saya) saya pakai sebagai template blog saya.

blog ini hanya membutuhkan template yang tidak mengganggu secara userfriendly and userviewing. oh ya dari warnanya meskipun gk warna biru seperti windows 8 saya tidak permasalahkan. namun karena anime bukan mencerminkan karakter saya sehingga saya mohon maaf pada mas jo untuk background anime miku saya hapus.

pada widget sidebar kanan template ini diberi fitur buka tutup yang menarik (hebat nih yang buat template). bagi kita (yang tahu fitur buka tutup) yang tahu itu tidak akan dipermasalahkan fitur buka tutupnya yang dimana kita bisa kapan saja membuka / menutup untuk mencari / tidak informasi tertentu dari widget itu. permasalahannya yang datang di blog ini bukan saja saya / orang yang paham akan fitur ini, melainkan juga orang lain yang awam pada blog ini dan ingin tahu lebih dalam tentang blog ini. akan jadi permasalahan jika orang awam melihat sesuatu yang di widget tertutup. sehingga ada baiknya klo di bagian kana setiap sidebar ada tanda buka tutup (ala mas JO sendiri) yang dimana untuk menandakan bahwa itu dapat dibuka.

karena saya seorang kaskuser, bagaimana jika mas JO kasih icon kaskus seperti facebook dan twitter yang seperti dibawah :D ini.

 mungkin, gambar miku dibawah itu memang cantik, tapi saya sudah menerangkan bahwa anime tidak terlalu mencerminkan karakter saya sehingga saya hapus (bisa dilihat sendiri). masalahnya, di bagian bawah terdapat lubang menganga :( yang saya buat akibat menghilangkan gambar miku dibawah itu. saran saya bagaimana jika mas JO memberi widget tambahan ( atau mungkin ketiga) untuk bagian itu. sehingga jika ada blogger yang tidak suka anime (seperti saya) dapat memaksimalkan sisi yang kosong itu.

saya sendiri tidak punya variable untuk menilai template ini baik atau tidak namun dari segi pengaturan template dan bentuknya itu sudah baik menurut saya. mungkin saya bisa nilai 9.9/10. thanks buat mas JO.

kisah thread suharto BPLN yang bikin ngakak (28/02/13)

suharto iseh penak
Hidup itu tidak ada yang bisa diprediksi. mana yang baik kadang jadi buruk dan yang buruk tambah baik dan sebaliknya. sering kunjungi BPLN sering juga update berita di kaskus BPLN. namun tahu gak klo ada thread yang bikin ngakak?

alasan saya bilang seperti itu karena ada indikasi bosen ala masyarakat yang ingin hidup seperti jaman dulu yang sebetulnya itu lebih parah dari pada saat ini. yups, bagi teman - teman yang up to date adalah thread  Soeharto,'Iseh penak zamanku to' siapa menggoreng?  bagi agan2 yang belum uptodate ceritanya silahkan mampir ke threadnya atau mungkin bisa menganalisanya (sambil membaca) disini....

 
BPLN Kaskus
Pernahkah anda melihat gambar di atas? Akhir-akhir ini truk atau stiker bergambar mantan Presiden Soeharto sedang tersenyum memang kembali marak. Senyum Soeharto yang khas itu disertai juga tulisan yang bernada menyindir.

'Iseh penak zaman ku to?', yang seolah menyindir semua orang yang menatap pada lukisan atau gambar tersebut.

Gambar tersebut seolah menyindir masyarakat saat ini yang sedang dilanda kegalauan yang tidak menentu akibat ekonomi dan keamanan yang semakin sulit diperoleh. Gambar tersebut seolah berkata, rezim Soeharto masih lebih baik dibanding saat ini.

Benarkah lebih enak zaman Soeharto?

Menurut pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya sindiran dengan gambar Soeharto yang tersenyum tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun 2004 lalu. Yunarto pun meyakini bahwa hal itu karena ada yang elit yang 'menggoreng'.

"Ini pasti ada yang menggoreng atau memainkan. Hal ini karena kesadaran politik warga belum pada tingkatan untuk berani mengeluarkan biaya, jadi sudah pasti ada yang menggoreng atau memainkan isu ini," ujar Yunarto kepada merdeka.com, Jumat (22/2).

Menurut Yunarto, fenomena yang menjual kerinduan pada zaman Soeharto saat ini memang laku keras. Hal ini dikarenakan kondisi stabilitas saat ini tidak lebih baik dibanding ketika Soeharto berkuasa.

"Secara politik memang masyarakat tidak cukup puas dengan masa reformasi, terutama pada periode 2009-2014. Hal ini terjadi karena kondisi saat ini secara konstelasi politik sangat ekstrem, sehingga terkesan seperti ada wilayah tak bertuan. Dan harus kita akui, rezim Soeharto punya kelebihan, ekonomi makro dan stabilitas politik," terangnya.

Meski di zaman Orde Baru tidak ada demokrasi dan pemerintah sangat otoriter, masyarakat tidak pernah melihat hal itu. Rakyat lebih melihat pada stabilitas ekonomi dan juga rasa aman dan nyaman yang dibuat oleh rezim saat itu.

Menurut Yunarto, kemungkinan memang ada yang ingin kekuatan lama kembali berkuasa. Namun dirinya tidak bisa menganalisa siapa pemilik kekuatan tersebut. Selain itu yang dirindukan masyarakat hanya variabel yang dianggap baik, bukan berarti kembali menghidupkan rezim yang tumbang oleh reformasi itu.

"Masyarakat sebenarnya belum tentu menginginkan Orde Baru kembali berkuasa atau Soeharto hidup lagi, mereka hanya minta variabel yang baik saat Orde Baru kembali ada, misalnya keamanan, ekonomi stabil, kenyamanan dan lainnya," tutupnya


sadar akan diri masyarakat menginginkan situasi zaman dulu (orba) yang dimana zaman dulu kehidupan tidak sekeras ini (baca stabil). pertimbangan yang masyarakat (menginginkan kehidupan zaman dulu) karena pada saat itu hampir di seluruh bidang  kehiduupan (hukum, keamanan, ekonomi, dll) telah dijamin oleh presiden suharto.kehidupan zaman reformasi saat ini sangatlah tidak stabil masa lalu (zaman orba) yang dikatakan bahwa zaman lalu hampir semua bidang stabil. agan -agan bisa mampir ke kompasiana pembahasan Rindu 'Harimau Asia' Orde Baru Soeharto? untuk mengetahui kenapa beliau (dan orde baru) di idamkan masyarakat saat ini.

namun apa yang dipertimbangkan masyarakat itu (yang pingin kembali ke jaman suharto) tidak mempunyai landasan yang kuat atas kehidupan yang stabil. klo semisal kehidupan jaman dulu lebih enak kenapa pada tahun 1999 - 1998 dilakukan reformasi dan penggulingan kekuasaan? kenapa terjadi krisis ekonomi pada masa transisi? kenapa pembangunan di daerah tidak merata? dan pertanyaan yang masih mengganjal lainnya yang menjelaskan bahwa pada masa ORBAnya presiden soeharto masih banyak masalah yang ada. tidak perlu dibahas masalah apa saja yang ada di ORBA saat itu, yang lebih di bahas mengapa ORBA jatuh? karena memang kurangnya atau buruknya manajemen pemerintahan dulu.

menurut pandangan saya, pada zaman presiden suharto terjadi kegagalan manajemen pemerintahan yang dimana pemerintahan saat itu lebih bobrok pada saat ini. sehingga tidak salah diharuskan ada reformasi pemerintahan indonesia yang merupakan cita - cita untuk menjadikan indonesia bangkit lebih baik lagi. muncullah masa transisi dimana perubahan untuk melangkah lebih baik datang. namun yang jadi pertanyaan adalah bagaimana cara membangun indonesia baru ini? yang pastinya kita rasakan saat ini adalah pembangunan yang memang sifatnya baru. memang pembangunan dimana - mana baru namun berjalan dengan pasti negara indonesia mampu maju diantara kemajuan bangsa - bangsa lain.


Kerhubungan Kepercayaan Dalam Perilaku Manusia

psikologi sosial
"menjadi dan mencari semangat untuk perubahan"

setiap kali kita menjalani aktivitas rutin setiap harinya dengan berfikir agar perilaku kita berjalan dengan benar. namun, dilain sisi lain kita harus berpegang teguh pada kepercayaan maupun kebudayaan masyarakat agar perilaku kita dapat diterima dan dinilai baik oleh masyarakat. permasalahan timbul ketika dihadapan kita muncul suatu perilaku berfikir yang bertentangan dengan kepercayaan kita (dalam lingkup masyarakat) yang dimana mampu membantu kita secara bidang yang dikehendaki namun tidak sesuai dengan kepercayaan dan kebudayaan masyarakat kita.  seperti hanya perilaku mengadu ayam (judi) yang dimana pada hukum terkait dilarang.

maka pada permasalahan tersebut muncul pertanyaan "apakah kepercayaan membatasi perilaku manusia?" sangat pada kali ini saya akan membahas pembahasan Keterhubungan Kepercayaan dalam Perilaku Manusia. pada materi saya kali ini, saya akan membahas tentang:
1. kepercayaan dan perilaku manusia terhadap masyarakat
2. perilaku manusia dan kesadaran ala sosiopsokologi
3. hubungan kepercayaan dan kesadaran manusia

kepercayaan dan perilaku manusia
"hendaknya orang itu harus tahu apa yang harus dibicarakan"

bagi kebanyakan orang kepercayaan bukan hal yangsangat rumit dibahas. namun juga akan menjadi penyakit jika kepercayaan tersebut memberi dampak negatif manusia. karena saat ini kita membahas kepercayaan maka ada baiknya jika kita mengetahui dulu apa itu kepercayaan.

menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kepercayaan adalah sesuatu yang dipercayai benar dan nyata. sedangkan wikipedia (en) memberi definisi kepercayaan sebagai keadaan psikologis dimana seorang individu memegang premis untuk menjadi kenyataan. dari beberapa definisi diatas kita dapat memahami bahwa pada dasarnya kepercayaan merupakan sesuatu hanya dipercaya dan dibenarkan eksistensinya oleh individu maupun kelompok walaupun hal tersebut tidak dapat di. seperti hanya rasa sakit, alien, dan sebagainya.

kejawen
sering sekali kepercayaan didekatkan dengan keimanan serta keyakinan yang dimana menurut saya saling keterhubungan. dalam materi yang saya buat akan sering mendapati keterhubungan kepercayaan, keimanan, dan keyakinan (kemungkinan kosa kata lainnya) meskipun dalam definisi terkait berbeda makna namun akan disamakan pemahamannya.

bersamaan dengan perilaku manusia, seseorang yang mempunyai kepercayaan akan condong berperilaku sesuai kepercayaannya. dimana kepercayaan pada lingkungan masyarakat akan memberikan nilai lebih dan nilai kurang dihadapan masyarakat manusia itu pada umumnya. dilihat dari realitas yang saya lihat, seseorang yang mempunyai kepercayaan tentang agama kejawen condong melakukan kegiatan kejawen dan bahkan konsisten jika memiliki lingkungan kejawen yang kuat dan pun seperti kasus lainnya yang dimana pembaca dapat lihat secara langsung di sekitar lingkungan pembaca.

Manusia dan Kesadaran
manusia berperilaku didasari atas kesadaran manusia itu sendiri. jika manusia berperilaku tanpa atas kesadarannya maka perilaku manusia itu tidak dapat dinilai baik secara etika, logika, maupun estetika. condoh sederhana seperti anak yang dipaksa orang tuanya mengamen di tengah padatnya lalu lintas, anak itu berperilaku bukan atas kesadaran melainkan pemaksaan dari orang tuanya sehingga kesalahan timbul dari orang tua si anak.

sosio psikologi
pada beberapa pembahasan sosiopsikologis dimana perilaku didasari atas kesadaran kognisi (pemikiran), afeksi (perasaan), dan psikomotorik (perilaku) dimana diperlunya sistim interaksi sosial untuk dapat mempengaruhi perilaku manusia. contohnya seseorang yang melihat adanya nenek yang akan menyebrang jalan (kognisi) dia merasa iba atas nenek tersebut (afeksi) dan akhirnya diamembantu nenek itu menyebrang jalan (psikomotorik). pada contoh tadi mempersepsikan kesadaran manusia seutuhnya. namun timbul pertanyaan apakah jika hanya kognisi saja apakah dia sadar? pembahasannya di lain waktu.

Hubungan kepercayaan dan Kesadaran Manusia (sosio psikologi)
adanya kepercayaan mempengaruhi perilaku manusia terhadap masyarakat dan dilain sisi kesadaran juga mempengaruhi perilaku manusia itu sendiri.jika ada dua premis yang berlainan (bertolak belakang) maka dipertanyakan apakah ada kesalahan? 

pada ulasan tentang kepercayaan, kepercayaan yang dianut manusia diorientasikan untuk selalu dipercayai eksistensinya. sehingga manusia tersebut dituntut konsisten terhadap apa yang dipercayai. bagi suatu kepercayaan jika ada perilaku yang bersifat tidak dilakukan maka sewajarnya manusia tersebut tidak melakukannya meskipun sifatnya doktrin. adapun kesadaran manusia akan hanya sebagai penimbang perilaku yang dilakukan dimana perilaku itu dilakukan jika antara kognisi, afeksi, dan psikomotorik setuju sebagai pemicunya perilaku tsb terhadap interaksi sosial.

disini saya beri studi kasus bagaimana keterhubungan antara kepercayaan dan kesadaran manusia pada cerita Ali Bin Abi Thalib batal Membunuh Musuhnya

Kisah teladan mengenai Ali r.a, “Pintu Gerbang Ilmu dan Singa Allah”. Dalam perang Khandaq, Ali memukul jatuh seorang kafir musuhnya dan menghunus pedang untuk membunuhnya, takkala musuhnya meludahi muka sang Asadullah yang gagah berani. Akan tetapi Ali malah diam menahan pedangnya. Hamper tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, orang kafir tersebut bertanya.”Mengapa engkau tidak jadi membunuhku, wahai orang baik?”
Ali menjawab,”Harta benda dan hidupmu menjadi berharga bagiku. Aku tak berhak membunuhmu. Aku diperbolehkan membunuh hanya dalam perang suci, dalam perang yang diperintahkan oleh Allah. Barusan aku telah mengalahkanmu dalam peperangan, memukulmu jatuh, dan hamper saja membunuhmu. Namun ketika engkau meludahi wajahku, kemarahanku sendirilah yang bangkit untuk menghabisimu. Jika jadi membunuhmu, aku melakukannya bukan karena Allah, tetapi karena kemarahan dan kepentinganku sendiri. Maka, orang-orang akan menyebutku bukan sebagai kesatria sejati, tetapi sebagai pembunuh. Sewaktu engkau meludahi wajahku, nafsu pribadi menguasai diriku, sehingga alih-alih membabatmu lantaran kepentinganku sendiri, aku memilih membabat nafsuku demi Allah Swt. Sekarang engkau boleh bebas.”
Orang kafir itu merasa kagum dan takjub. Peristiwa ini menyadarkannya bahwa dia menyaksikan sendiri kemuliaan dan keluhuran seorang muslim. Saat cahaya Islam merasuki hatinya, tanpa sadar air matanya menetes. Bagaimana mungkin air matanya melelh?... hanya dalam beberapa saat saja, dia selamat dari kematian sebagai orang kafir-bahkan sama sekali selamat dari kekafiran-dan kemudian bersyahadat masuk Islam. Orang yang melantarinya masuk Islam tak lain adalah sosok yang berdiridi depannya, Ali bin Abi Thalib.
(Pencerah Mata Hati oleh Syekh Muzaffer Ozak)




Kesimpulan 
bahwa pada dasarnya manusia tidak mengharapkan membatasi perilakunya karena kepercayaannya. namun kepercayaan yang dianut manusia itu sendiri membuat manusia membatasi perilakunya dengan harapan perilaku manusia itu dapat dinilai baik dan diterima oleh masyarakat (yang sama menganut kepercayaan bersama). sehingga secara sadar manusia sudah membatasi dirinya demi kepercayaan yang di percayainya.




daftar isi:
gambar dari image.google.co.id
kbbi versi 4.0
http://en.wikipedia.org/wiki/Belief
http://en.wikipedia.org/wiki/Trust_(social_sciences)
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_sosial
http://ramahfhunsri.blogspot.com/2011/01/ali-bin-abi-thalib-batal-membunuh.html